Kehilangan Gigi

Setelah bolak-balik ke dokter gigi, hingga akhirnya menjalani operasi, aku baru tahu kalau gigi kita berjumlah 32. Dokter gigi menyebutnya dengan angka. Sebelumnya, aku sendiri hanya mengenal nama-nama gigi: gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Jumlah semua gigi di rahang dibagi dua tepat dari tengah yang terlihat saat kita membuka mulut. Dari depanlah menghitung posisi gigi, mulai dari gigi 1 paling depan hingga gigi 8 yang merupakan geraham ke 3 yang terletak di bagian paling belakang. Tentunya, kalau tumbuh semua dengan sempurna--tak ada yang dicabut--maka gigi kita berjumlah 16 di rahang bawah dan sejumlah yang sama di rahang atas.

Setelah berulang kali sakit gigi, berulang kali pula "kencan" dengan dokter gigi, akhirnya aku menjalani operasi kecil pencabutan gigi sebanyak dua kali. 14 Januari operasi pertama pengambilan gigi 8 dan gigi 7. Gigi 7 rusak karena didesak oleh gigi 8 itu. Semuanya terletak di rahang bawah sebelah kanan. Lalu dilanjutkan dengan operasi kedua untuk mengambil gigi 8 rahang atas dan bawah. Gigi 8 di rahang atas dicabut pula karena ia tak punya pasangan dan dokter berpikir lebih baik dilepas saja. "Dari pada bolak-balik untuk mencabut lagi," katanya.

Setelah operasi kedua, aku hanya sempat beristirahat hingga sehari setelah operasi, dan kembali ke bekerja dalam kondisi pipi yang masih bengkak. Divisi tempatku bekerja sedang mempersiapkan sebuah kegiatan berskala nasional, sungguh tak enak kalau tak ikut terlibat. Acara itu sendiri berlangsung pada 3 - 4 februari, dan selama itu pula ternyata bekas operasi terasa nyeri. Aku sendiri merasakan nyeri selama dua malam mempersiapkan acara di hotel. Serasa mau pingsan. Kupikir karena jahitannya belum dibuka sebab memang sudah tepat sepekan setelah operasi dan jadwalnya kembali ke dokter.

Pagi-pagi di tanggal 4 itu aku datangi Rumah Sakit dan bertemu dokter jaga. Hanya untuk membuka jahitan. Setelah memeriksa, dokter itu mengatakan kalau bekas operasi mengalami dry socket. Artinya socket tempat dudukan gigi yang diambil kering dan menyebabkan rasa nyeri. Penyebabnya, menurut dokter itu karena aku berkumur-kumur sehingga darah beku di bagian luka itu terlepas. Dengan demikian, socket di situ tidak tertutup oleh daging (atau gusi?). Ketika kutanyakan berapa lama seharusnya tidak berkumur, ia katakan bisa 4 hingga 5 hari. Aku sendiri mulai berkumur setelah hari kedua di malam hari. Tak kuat rasanya dengan mulut yang tak dibasahi air.

Untuk mengatasi sakit itu, aku harus kembali ke ruang bedah, di bagian yang sakit itu harus dibuat luka baru untuk menghasilkan darah beku. Aku pikir aku akan menjalani operasi lagi, dan kubayangkan bagian itu akan dirobek-robek lagi untuk menghasilkan darah. Dengan penuh harap, kuminta dokter menunda hingga esok pagi sebab aku harus kembali ke tempat kegiatanku karena acara akan dimulai pada pukul sembilan dan hanya tinggal hari itu saja. Aku tak mau kegiatanku jadi tak berjalan dengan baik karena gigi yang terasa sakit. Dokter mengizinkan dan membekali resep untuk mengurangi rasa nyeri.

Saat beristirahat pasca operasi, mas Kurniawan "Doel" Abdullah yang sedang mengedit buku-buku yang sedang aku tangani untuk diterbitkan berujar lewat pesan pendeknya: "Wah, bisa 3 hari tuh dunia terasa laen. Aku pernah ngerasain soalnya." Nyatanya, apa yang mas Doel katakan benar-benar aku alami. Setelah operasi, malamnya aku terbangun dinihari. Mencoba ke kamar kecil dan melirik ke cermin, ternyata pipiku bengkak sebelah. Teman sekantorku Yuli, malah berkomentar, "gak apa-apa kan mas, sesekali tampil beda."

Sebenarnya, sekitar 8 tahun lalu aku sudah merasakan nyilu di gigi-gigiku. Kutanyakan pada adik kelas SMA, Nunung, yang kebetulan saat itu mahasiswa kedokteran gigi. Saat itu ia sudah menjelaskan bahwa itu petanda gigi terakhir sedang tumbuh dan mendesak gigi-gigi di depannya. Itu harus dicabut.

Rahang mulutku di bagian bawah tidak cukup untuk menampung gigi yang semuanya berjumlah 16. Akibatnya, dua tahun terakhir aku sering mengalami sakit gigi. Bahkan gigi 8 di bagian kiri rahang atas acap melukai dinding mulut karena tak memiliki pasangan di rahang bawah dan rasanya perih sekali. Setelah diperiksakan tahun lalu, dokter mengatakan poisi gigi 8, baik yang di kiri dan kanan, keduanya tak dapat tumbuh tegak seperti gigi-gigi di depannya. Mereka tertidur dan terus mendesak gigi-gigi depannya. Kalau melihat orang dengan gigi yang berantakan, itu karena rahangnya tak cukup menampung semua gigi dan akhirnya berdesakan yang menyebabkan susunan gigi jadi tak rapih. Namun untuk kasusku, operasi menjadi keharusan bukan hanya menghindari gigi jadi berantakan, namun aku akan terus mengalami sakit gigi kalau gigi-gigi itu tidak diambil.

Setelah setahun kutunda, bahkan menghindar bertemu dokter yang sama, ternyata gigi 7 di rahang bawah sebelah kanan menjadi bolong. Mungkin karena terdesak oleh gigi 8. Mau tak mau ia juga harus dicabut. Aku pikir, dengan bertemu dokter yang berbeda, anjuran untuk menjalani operasi itu menjadi tidak ada. Ternyata dokter yang memeriksaku melihat catatan medis dan langsung mengatakan kalau aku seharusnya sudah menjalani operasi. Terbayang olehku, pak Dwi tetanggaku yang lebih dari 2 tahun mengalami nyeri di bekas operasi. Kalau tidak salah ingat, katanya ada syaraf yang terluka saat operasi sehingga menimbulkan nyeri. Badannya jadi agak kurus, pipinya sering bengkak, bolak balik kontrol ke dokter, bahkan ikut menjalani terapi tusuk jarum namun tetap menderita. Itulah yang menyebabkanku merasa ketakutan mendengar kata "operasi" yang diucapkan oleh dokter gigi - dokter gigi yang kukunjungi. Namun, dengan kondisi seperti yang kualami, kupikir sudah tidak bisa ditunda lagi: harus segera menjalani operasi.

Mengingat-ingat proses operasi yang kujalani, aku merasa cukuplah untuk tak terjadi lagi. Bau darah, jarum suntik yang sampai bengkok setelah membius mulutku, tang, jarum jahit, hingga bor atau alat pembelah gigi yang nyaring sekali di telinga sudah cukup membuatku cemas apakah operasi ini akan selesai dengan baik. Dengan wajah ditutup dan hanya menyisakan lubang di bagian mulut tempat dokter bekerja, benar-benar membuatku seperti berada di dunia lain. Aku hanya berdoa sepanjang proses itu.

Alhamdulillah gigi-gigi yang bermasalah di mulutku berhasil dikeluarkan. Setelah operasi terakhir, aku membawa pulang gigi 8 sebelah kiri yang sudah terbelah dua, serta gigi 8 dari rahang atas. Dokter memberitahu, proses penyembuhan pasca operasi memakan waktu hinggu 10 minggu. Hingga saat sekarang pun masih ada rasa kurang enak di gigi-gigiku. Ada nyeri pula yang kadang timbul di gigi-gigi bawah. Aku pikir, mungkin gigi-gigi itu merenggang setelah sekian tahun saling berdesakan di rahang yang memang tak cukup menyediakan tempat untuk mereka membariskan diri.

Catatan: gambar dental tools aku ambil dari sini.

Read More......

Perdagangan bayi

Saya baru saja mengikuti presentasi teman sekantor tentang perjalanannya ke beberapa negara bagian di Amerika. Ia mengunjungi sekitar 30 organisasi non profit di sana.

Ada banyak pelajaran mengenai gerakan organisasi non profit dari cerita yang saya dapat, namun ada satu hal yang sangat mengagetkan. Salah satu organisasi yang dikomandani oleh seorang perempuan, berkutat pada isu perdagangan manusia (trafficking). Jika di Indonesia lebih banyak perempuan yang masih anak-anak yang diperdagangkan, terutama untuk industri hiburan, dan lebih khusus lagi menjadi perempuan penghibur. Organisasi yang diceritakan oleh taman saya ini menangani perdagangan bayi. Bayi tersebut diperjual beli untuk memuaskan nafsu seks laki-laki bejat dan setan berbentuk manusia.

Bayi yang menjadi korban dibawa ke suatu tempat. Lalu ia didiamkan dan tidak diberi makan selama 24 jam. Bayi tersebut akhirnya merasa lapar dan haus. Dalam kondisi lapar dan haus itulah si bayi lalu diambil, dan pelaku lalu menyodorkan penisnya ke mulut bayi. Tentu saja si bayi tidak dapat membedakan antara puting susu ibu dan penis lelaku bejat. Dari situlah si pelaku mendapatkan kenikmatan yang ia inginkan.

Perempuan yang berjuang memberantas perdagangan bayi ini selalu dalam kondisi terancam. Setiap kali keluar daerah, ia selalu menyamar supaya tidak dikenali. Ancaman akan dibunuh oleh sindikasi pelaku bukan sekali dua ia terima.

Mendengar cerita modus perdagangan bayi untuk pemuas seksual ini membuat perut mual. Saya ingin muntah.

Read More......

Quran in Word

Bulan ini saya disibukkan dengan proses penerbitan buku hasil program kerjasama dengan institusi agama, yakni institusi Islam (Muhammadiyah dan NU), Katolik dan Protestan. Karena masing-masing institusi agama menghasilkan satu buku, maka total ada 4 buku yang akan terbit. Isinya mengenai peran institusi agama dalam mengurangi kasus kekerasan terhadap perempuan. Targetnya, peluncuran buku akan berlangsung pada 14 Januari 2009, serta akan dihadiri oleh para pemimpin dan tokoh agama, baik di tingkat Pusat maupun di daerah-daerah.

Kesulitan terjadi saat naskah dari tim NU yang sedang digarap layout-nya oleh teman saya mas Agus. Naskah ini berantakan, terutama di bagian ayat-ayat Al-Qur'an. Padahal naskah itu terlihat baik-baik saja di komputer saya. Barangkali karena menggunakan OpenOffice.org 3.0 untuk membacanya, jadi tak ada tampilan yang aneh-aneh.

Saya mencoba membuka file itu di rumah, di komputer yang biasa digunakan istri mengetik tulisan Arab untuk bahan pengajaran di sekolahnya. Ternyata setting Arabic di sistem operasi "jendela" bikinan Mikocok Microsoft itu tak mampu juga mengatasi kerumitan ini.

Pada akhirnya saya ketahui, kemungkinan besar penulis dari tim NU menggunakan software tambahan di pengolah kata, yakni Quran in Word. Program buatan Muhammad Taufiq ini menjadi menu tambahan di sisi atas paling kanan setelah "Help". Saya pun meng-install-nya. Ternyata berhasil, tulisan itu tidak lagi terlihat berantakan. Dan... proses layout pun berlangsung dengan baik.

Quran in Word
tersedia dalam bahasa Indonesia, Malaysia, bahkan dalam English version. Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba program ini, silahkan unduh di sini.

Read More......

Kriminalisasi

Akhir pekan lalu saya mengikuti pertemuan Komnas HAM, Komnas Perempuan, SBMI Pusat, KOPBUMI, LBH APIK Jakarta, Solidaritas Perempuan, GPPBM, LBH Jakarta, HRWG, Migrant Care, SBM Karawang, SBM Cianjur, LBH Cianjur, KASBI, dan AP2BMI Lombok. Pertemuan ini membahas tentang format pendokumentasian kasus-kasus buruh migran Indonesia. Sekitar 2 tahun terakhir pembahasan mengenai ini vacuum. Seingat saya, selain karena belum ada kata sepakat mengenai format yang baku, juga masing-masing organisasi sibuk dengan programnya sendiri.

Satu hal yang menarik bagi saya adalah, masih ada diantara peserta pertemuan yang belum memahami terminolgi "kriminalisasi". Akibatnya, ketika membahas kasus dimana ada BMI yang mengalami kriminalisasi di negara tempat mereka bekerja, hal ini menjadi tidak tuntas.

Eni Suprapto, salah seorang mantan komisioner Komnas HAM periode lalu mencoba merumuskan istilah ini. Rumusan ini menurut saya adalah rumusan yang dapat mewakili apa yang dimaksudkan:

Kriminalisasi yaitu tindak yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap pekerja migran dengan memperlakukannya sebagai pelaku tindak pidana sebagai akibat dari tindak yang dilakukan atau ketiadaan tindak yang dilakukan (non action) atau karena ketidak sengajaannya, walaupun tindak, ketiadaan tindak, ketidaksengajaan tersebut bukan merupakan tindak pidana.


Contoh dari kriminalisasi ini adalah, saat seorang buruh migran yang berprofesi sebagai PRT di Malaysia. Ia mengalami penyiksaan oleh majikannya. Karena tidak tahan, PRT ini lalau melarikan diri. Pada masa pelariannya itu ia ditangkap oleh petugas keamanan negara itu. Ia ditahan karena dinilai sebagai pendatang haram sebab tak memiliki dokumen. Padahal, semua dokumen yang ia miliki seperti Visa Kerja, Passport, dan lainnya ditahan oleh majikan. Datang dan tinggal di Malaysia tanpa memiliki dokumen adalah sebuah tindakan kriminal.

Contoh kasus kedua adalah, seorang buruh migran perempuan yang berprofesi sebagai PRT juga di Timur Tengah. Ia mengalami tindak kekerasan seksual berupa perkosaan oleh keluarga majikan dan kemudian hamil. Lalu ia melarikan diri sebab ia pun tak tahan mengalami siksaan fisik dan psikis. Saat melapor ke petugas setempat, ia dituduh telah melakukan perzinahan. Saat PRT ini mengatakan bahwa ia hamil karena perkosaan, ia diminta untuk menghadirkan saksi dari peristiwa perkosaan itu. Di jazirah Arab itu, peristiwa perkosaan baru dapat diakui sebagai kejadian hukum jika ada saksinya sejumlah minimal 3 orang. Karena si korban tidak dapat menghadirkan saksi, maka ia dianggap telah berzinah. Perbuatan zinah adalah tindakan kriminal.

Terminologi ini sangat penting untuk difahami oleh siapa saja yang melakukan advokasi masyarakat, tak hanya di pembelaan hak-hak buruh migran Indonesia.

Read More......

Selingkuh dengan teman sekantor

Ini adalah isu yang sering melekat pada para pekerja kantoran di Jakarta. Ida Arimurti, seorang penyiar Delta FM Jakarta mencoba menghimpun tanggapan beberapa orang dan mempostingnya di dalam milis yang ia asuh. Berikut ini hasilnya:


ADA YG BILANG BERSELINGKUH DG TEMAN KANTOR LEBIH ENAK YA ?
ANDA PERNAH COBA ?

Vinno Octavia comment:
"pernah pernah....tujuannya untuk spirit on board aja kok..he.he..."

Deny Lazuardi comment:
"Situasi, kondisi dan kesempatan mendukung... SO...???"

Lusi Surya comment:
"yah begitulah mbak...enaknya ya itu tiap hari bisa ketemu kalo ga enaknya pas si yayang disemprot boss kita juga jadi ikut sewots sama boss hahahaha....
mending kalo bisa jangan nyari yg sekantor deh agak riskan en banyak korban perasaan...
kalo segedung sih masih amanlah hahaha jadi ga repot antar jemput kaleee"

Netta Kusumah Dewi comment:
"jangan pernah!!,... jgn coba2.....atau... jgn pake hati,.... hahaha... ;-)
tp ga mgkn lahhhh...prempu sll pake hati'...mknya prempu lahh yg byk mkn ati'...
hehe minumnya?..,.. teh hangat sore2 sambil dgr or nonton mbak Ida siarannn,...hehe"

Syaifuddin Sayuti comment:
"enggak pernah mbak, jadi nggak tau seperti apa rasanya.
kalo melihat temen yang selingkuh sih risih aja.
apalagi kita tahu dua-2nya punya pasangan di rumah.
suka kasihan aja sama pasangan masing-2."

Koesnadi Ipermatasari comment:
"Belum pernah dan mudah mudahan gak akan pernah Mbak Ida ! (hehehe )
krn personally saya bahagia sekali dg keluarga dan rumah tangga saya.
Tapi apa betul sih bahwa selingkuh cuman diawali oleh SEKEDAR iseng, mayoritas yang berselingkuh bukannya krn berumah tangga/ berpasangan tapi gak bahagia dan gak rukun ya ??
Bukankah jika dalam sebuah hubungan yang bahagia orang akan berpikir sekian kali untuk mengotori perkawinan/ keberpasangannya dengan sebuah perselingkuhan. Just 2 cents of my thought"

Lana MG comment:
"no way lah bu...falsafah gw..jangan buang sampah di halaman rumah sendiri...
ngotor2in rumah sendiri...mendingan buang sampah di rumah orang lain aja...
jadi jgn dikantor sendiri..haha300x"

Nurul Kh comment:
"klo dihitung dari waktu di kantor sama drumah lebih banyak dikantor lah mbak....
yah... pasti akan terjadilah perselingkuhan..."

Inun Setyawati comment:
"menurutku yg namanya selingkuh ga ada enaknya. mau ama sapa aja.
cuma seneng sesaat doank. pas ngumpet2nya. emang ada sensasinya.
tapi, ntar klo udah ketauan juga bosen. kaya drugs ajah. cuma sebentar doank.
lagian bikin sakit ati semuanya ajah. enak yg lurus2 aja deh...
bukan begitu?"

Bowo Trahutomo comment:
"enggak enak..potensial ketahuan cukup besar.
Tapi enaknya bisa liat2an dan ketemuan stiap hari.. penah gak yaaa...???
hhmmmmm..."

Suz Rusty Sulaiman comment:
"cari kantor laen aja deh......kalo 1 kantor udah ketauan duluan belangnya........."


Theresia Peggy comment:
"ga pernah, tp aq banyak ngeliat awalnya dr curhat2an seh hehe eh jd keterusan...
makanya aq males curhat at dicurhatin sm tmn ktr mslh pribadi kec mslh kerjaan or profesional aza:)
piss"

Bro Wir comment:
"that is d dumbest you could do... guepernah liat manajer dibalikin ketumpuk kerjaan sm staffnya (ce)
sambil bilang lo ga tau kerjaan gue udh byk sampai seruangan bengong krn kok berani
sdgkan manajernya diem aja, rupanya mereka ada affair, mati ga tuh???"

Hendra Nova comment:
"pernah,...en nggak asiikk...jadi gak bisa profesional gituloh..kebawa2 perasaan.."

Bowo Trahutomo comment:
"yang penting harus selalu sedia Kondom... ingat pesan hari AIDS sedunia :)"

Ivonne Susi S comment:
"Kita harus bisa menjadi pasangan yg jujur dan dipercaya kalau nggak siapa lagi yg bisa dipercaya :)
bukannya kita berdua adalah "Satu" Banyak jalan or cara utk selingkuh
tetapi semua kembali pada kuatnya Iman masing-masing.
Kita seharusnya sih berusaha untuk tidak saling menyakiti dan kalaupun kita melakukannya dengan tidak sengaja berbesar hatilah untuk meminta Maaf. GBU All"

Read More......

Buy Nothing Day 2008

Kemana saya lebih sering berbelanja untuk memenuhi kebutuhan? Apakah saya membeli barang betul-betul karena kebutuhan ataukah sekedar karena keinginan? Apakah barang-barang yang saya beli terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, tidak menggunakan bahan baku yang merupakan bagian dari hewan (langka)? Apakah produsen mengupah pekerja-pekerjanya dengan layak? Apakah barang-barang yang saya miliki betul-betul mendesak, tidak adakah yang bisa menjadi substitusi yang juga tidak kalah bermutu? Apakah barang-barang ini dapat didaur ulang, dapat digunakan lagi setelah dipakai, dikurangi pemakaiannya? Apakah barang-barang ini produksi lokal ataukah produk asing? Apakah aktivitas membeli kita seimbang dengan tingkat kebutuhan untuk berbelanja?

Pertanyaan-pertanyaan di muka merupakan beberapa diantara sekian pertanyaan yang dapat menjadi renungan di hari tanpa belanja yang jatuh pada 28 november 2008 yang dirayakan di Amerika Utara, serta dirayakan secara internasional pada 29 November 2008.

Buy Nothing Day
adalah sebuah bentuk perang melawan konsumerisme. Ia merupakan moment untuk memikirkan kembali budaya belanja yang sudah jauh melampaui batas-batah keramahan pada lingkungan, baik sosial maupun alam sekitar. Jauhkan semboyan "Belanja terus sampai mampus". Hiduplah secara wajar. Mari ikut mengampanyekannya.

Informasi mengenai ini dapat Anda akses disini atau disini.

Read More......

Namang

Nama adalah doa. Demikian Islam mengajarkan umatnya untuk memberikan nama yang baik pada anak yang baru lahir. Dengan nama yang baik itu, orang tua dan siapapun yang memanggil, telah mendoakan kebaikan bagi sang anak sesuai dengan namanya. Sebagai contoh, nama Yusuf, merupakan nama yang diberikan oleh orang tua untuk anaknya dengan harapan si anak kelak akan saleh seperti nabi Yusuf. Tak hanya itu, kalau perlu secara fisik si anak akan tampan seperti salah satu dari 25 orang nabi dan rasul yang terkenal itu.

Orang Kaur, daerah paling selatan propinsi Bengkulu, hampir seratus persen merupakan pemeluk agama Islam. Mungkin karena orang di sepanjang pulau Sumatera merupakan bagian dari rumpun besar bangsa Melayu yang budayanya dipengaruhi Islam secara kental, sebab penyebaran Islam di tanah Sumatera bergerak dari Pasai si sebelah paling Utara (Aceh) hingga paling selatan (Lampung).

Selain menentukan nama sesuai dengan ajaran Islam, sebelum anak lahir, orang tua telah memikirkan kepada siapa si anak kelak akan memanggil Tamang atau "namang".

Tamang adalah panggilan seorang cucu laki-laki kepada kakeknya. Kepada neneknya, sang cucu memanggil "Bini". Sebaliknya, cucu perempuan akan memanggil kakeknya dengan sebutan "Bini" dan memanggil neneknya dengan sebutan "Tamang". Panggilan ini merupakan panggilan biasa menurut aturan dalam budaya orang Kaur. "Namang" adalah adat yang lainnya. Panggilan Tamang akhirnya tidak hanya ditujukan kepada Tamang kandung.

Orang yang "di-Tamang" oleh anak yang baru lahir tetaplah harus memiliki pertalian darah dengan anak yang baru lahir. Tamangnya ini bisa merupakan saudara dari Tamang atau bini kandung.

Untuk bisa menamangkan anak kepada seseorang, maka anak yang baru lahir harus diberi nama yang memiliki minimal satu suku kata yang diambilkan dari satu suku kata orang yang ditamangkan. Misalnya, Herman, memiliki satu suku kata "Man" yang mengikatkan hubungan dengan Tamangnya yang bernama "Manaf". Manaf sendiri adalah adik kandung dari Tamang (kakek) kandung Herman dari pihak Bapak. Demikian pula dengan Midi, yang memiliki satu suku kata "Di" yang terdapat pada nama Tamangnya, yang kebetulan merupakan Tamang (kekek) kandung sendiri "Karadi".

Adat "menamangkan" sendiri memiliki tujuan penting, yakni semacam penghargaan orang tua anak yang baru lahir kepada orang yang ditamangkan. Menguatkan kembali pernyataan serta sikap bahwa diantara anak yang baru lahir dengan yang ditamangkan masih memiliki pertalian keluarga. "Namang" adalah tali pengikat dan penguatnya.

Bagi orang yang ditamangkan, ia akan merasa mendapatkan penghormatan yang lebih dari keluarga yang baru dikaruniai anak. Kadang, ada pula orang tua yang berharap supaya anak dari keponakannya yang baru lahir mau menamangkan ia. Si orang tua anak yang baru lahir pun juga tak mau dikatakan sombong tak menamangkan anaknya kepada orang tertentu. Tak jarang pula ada yang menilai ada anggota keluarganya yang tidak menamangkan keturunan mereka kepadanya karena merasa dirinya berlatar belakang ekonomi yang "kurang". Fungsi adat "namang" tetaplah untuk semakin mengikat dan menguatkan pertalian keluarga dan rasa persaudaraan.

Sebenarnya, ada pula yang mengaitkan nama anak yang namang dengan dan nama orang yang ditamang tidak dengan suku kata, namun cukup dengan hanya bunyi yang ditimbulkan dari penyebutan nama anak dan Tamangnya. Misalnya pada nama Marfendri. Ia lahir pada bulan Maret, dan namang ke Fandi, saudara dari Bini (nenek) kandungnya. Kedua nama itu tidak memiliki kesamaan suku kata sedikitpun. Keduanya hanya sama-sama memiliki bunyi "i" pada pelafalan nama mereka.

Namang langsung ke Tamang kandung merupakan hal yang langka. Namun tetap saja ada. Misalnya pada Midi. Sekarang pun, Anak ketiga Midi yang perempuan diberi nama Dhiya Shadrina (artinya: penerang hati kita), Namang kepada Tahaya. Tahaya adalah Mak (ibu) kandung Midi, yang berarti Tamang kandung bagi Dhiya.

Setelah ditamangkan, biasanya orang yang ditamangkan, istri atau suaminya, juga anak-anaknya merasa bahwa anak yang baru lahir itu adalah bagian dari keluarga inti (keluarga batih) mereka sendiri. Si Tamang dari hasil Namang ini kadangkala memiliki rasa kasing sayang yang lebih daripada Tamang kandung si anak itu sendiri. Jika memiliki harta (materi), si anak yang baru lahir ini akan mendapat "fasilitas" hidup yang baik dari "Tamang baru" beserta keluarganya itu.

Adat "Namang" ini hanya terdapat pada orang Kaur Asli, yakni mereka yang berbahasa Kaur/Bintuhan. Secara geografis, letak tempat tinggalnya mulai dari paling Utara adalah daerah Nusuk, Hawat Mate, atau daerah Kinal, yang berbatasan dengan Kecamatan Kaur Utara (yang lebih dikenal dengan Padang Guci) hingga daerah Way Hawang, daerah paling ujung Selatan, yang merupakan wilayah perbatasan Propinsi Bengkulu dengan propinsi Lampung.

Keterangan:
Foto "Tunggu(k)an" berasal dari blog Vibriyanti. Tunggu(k)an adalah kayu bakar dalam bahasa Kaur. Seperti tampak pada foto, dikumpulkan untuk kemudian di bawa ke dapur guna memasak.

Read More......

Birahi

Menurut Anda, apa saja yang dapat membangkitkan birahi Anda pada lawan Jenis? Jawabannya tentu macam-macam, baik dari kaum Adam maupun kaum Hawa.

Gordon (bukan nama sebenarnya) adalah penyiar Female Radio Jakarta. Dalam satu forum diskusi, ia bercerita kalau ia mendapatkan pesan pendek (SMS) dari seorang pendengar radio saat sedang siaran. Isinya sangat mengejutkan:

Aku terangsang mendengar suara kamu. Saat ini aku sedang masturbasi sambil mendengarkan suara kamu.

Pesan pendek itu meluncur ke nomor ponsel milik stasiun radio yang menggunakan teknologi SMS Gateway untuk menerima pesan pendek dari pendengarnya. Acara yang sedang disiarkan oleh Gordon bukanlah konsultasi Pasutri seperti yang diasuh oleh Dr. Boyke menjelang tengah malam. Ia hanya menyiarkan perkiraan cuaca. Di pagi hari pula.

Dulu, radio Geronimo Yogya memiliki seorang penyiar yang memiliki banyak penggemar. Namanya Wibi Mahardika. Salah satu acara yang ia pandu adalah Sasisoma. Acara ini berisi tanya-jawab tentang agama (Islam), yang diisi oleh Wijayanto, seorang da'i yang saat ini mulai mengisi acara keagamaan di televisi. Siapapun yang pernah mendengarkan suara mas Wibi ini pastilah tahu kalau suaranya begitu elok didengar. Jika ia penyanyi, tentulah suaranya disebut "merdu". Bahkan seorang pengagumnya menyebut suara mas Wibi itu "empuk". Wijayanto sendiri membuat kesimpulan bagi kebanyakan penyiar radio, "suaranya begitu menggoda, tapi tampangnya biasa saja." Saya sendiri menilai mas Wibi tak semata memiliki suara yang empuk, tetapi juga penyiar radio yang cerdas.

Entah seperti apa suara yang katanya seksi milik lelaki tulen itu. Tapi yang jelas, kekagetan menerpa saya karena suara itu telah menyebabkan birahi seorang perempuan. Hanya suara, bukan desahan, apalagi "rayuan".

Apakah ada yang mengalami hal semacam selain perempuan ini, saya tidak tahu. Tapi ini adalah kisah nyata, yang terjadi belum begitu lama.

Semoga saja kedua penyiar radio di atas tidak akan ditangkap pihak berwenang karena dianggap telah melanggar pasal 1 Undang-Undang tentang Pornografi yang disahkan baru-baru ini.

Keterangan: foto diambilkan dari sini

Read More......